Laman

Selasa, 15 November 2011

Kalah Terus, Laga Indonesia vs Iran Sepi Penonton

Jakarta - Pertandingan Pra Piala Dunia 2014 antara tuan rumah Indonesia melawan Iran di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11), kurang peminat terbukti banyak kursi kosong di stadion tersebut.

Kondisi ini bertolak belakang dengan jumlah penonton pada pertandingan penyisihan Grup A SEA Games 2011 yang menampilkan tim nasional (timnas) U-23 atau lebih dikenal dengan timnas Garuda Muda. Stadion terbesar di Indonesia itu penuh dengan suporter.

Penurunan jumlah penonton ini memang masuk akal. Timnas senior yang berjaya pada Piala AFF 2010 lalu prestasinya terus menurun pada pertandingan Pra Piala Dunia 2014. Bahkan dari empat pertandingan semuanya mengalami kekalahan.

Sebelum pertandingan di stadion, banyak kursi yang kosong terutama untuk kelas tribun. Biasanya setiap Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bertandingan banyak yang hadir. Mereka juga tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel penyemangat.

Bahkan di tribun VIP Barat didominasi pendukung Iran. Mereka juga membawa terompet dan bendera Iran yang terus dikibar-kibarkan.

Penurunan jumlah penonton terasa sejak loket penjualan tiket dibuka. Biasanya jika timnas anak asuh Wim Rijsbergen bertanding selalu terlihat antrian panjang bahkan cenderung desak-desakkan. Kondisi ini juga dimanfaatkan dengan oleh calo-calo tiket.

Khusus pertandingan Indonesia melawan Iran, banyak calo yang kesulitan menjual tiket meski harga yang ditawarkan tidak berbeda jauh dengan harga tiket resmi yang dikeluarkan panitia penyelenggara (panpel) pertandingan. "Sepi. Apalagi ada pertandingan bulu tangkis. Kalau tidak pertandingan lain mungkin banyak yang nonton. Abis, kalah terus!" kata salah satu calo tiket didepan Kantor PSSI Senayan, Sani.

Pria asal Padang itu mengaku, meski sepi pembeli dirinya telah untung Rp200 ribu dari penjualan tiket yang dilakukan. Hanya saja dirinya tidak berani lagi berspekulasi untuk membeli tiket dan menjualnya kembali.

Penurunan jumlah penonton ini sebelumnya telah diantisipasi pihak panpel pertandingan. Terbukti panpel menurunkan jumlah tiket yang dijual dari 70 ribu menjadi 50 ribu lembar tiket.

Meski demikian, untuk harga tiket tidak mengalami perubahan. Untuk VVIP Rp500 ribu, VIP Barat Rp250 ribu, VIP Timur Rp100 ribu, Kategori I Rp75 ribu, Kategori II Rp50 ribu dan Kategori III Rp30 ribu.

"Pertandingan ini bersamaan dengan pelaksanaan SEA Games, selain itu mulai terjadi pergeseran penonton dari timnas senior ke timnas U-23," kata Koordinator II Panpel Mursid WK.

Menurutnya, meski terjadi penurunan jumlah tiket tidak berpengaruh pada prosedur pertandingan mulai dari kekuatan personel medis maupu keamanan. Semuanya tetap sama dengan pertandingan Pra Piala Dunia 2014 sebelumnya

3 komentar: